Sunday, June 7, 2009

Prakata ke latar belakang



Tomat adalah salah satu contoh dari ribuan atau bahkan jutaan jenis flola yang ada di Indonesia. Tomat telah sejak lama di kenal masyarakat indonesia sebagai sayuran buah. Peranannya yang penting dalam pemenuhan gizi masyarakat juga telah lama dikenal. Dalam kehidupan sehari-hari oran tak pernah ketinggalan menggunakan tomat dalam masakan maupun minuman.
Mengingat betapa besarnya peranan tomat dalam kehidupan manusia walaupun pada saat ini tomat belum menjadi komoditas di negara kita, maka atas dasar hal ini yang menjadikan saya untuk membuat suatu karya ilmiah mengenai tanaman ini.
Tomat juga tak harus di budidayakan secara besar-besaran dengan teknologi canggih. Lahan yang sempit bahkan pot bisa di manfaatkan untuk menanam tomat, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Yang penting jenis dan varietasnya harus disesuaikan dengan kondisi daerahnya. Pembahasan mengenai uraiannya, jenis-jenis, varietas unggul, cara pembudidayaan dan pemanfaatannya akan diulas dalam karya ilmiah ini.


Saturday, June 6, 2009

Pemungutan hasil



Apabila penanaman tomat di lakukan di ladang ataupun di kebun, pemanenannya tergantung pada tujuan penanaman, yaitu untuk di konsumsi sendiri sebagai buah meja ataupun untuk di pasarkan. Untuk kebutuhan sendiri, buah tomat dapat dipungut atau di panen setelah berumur 90-100 hari sesudah semai, yakni buah yang telah masak di pohon. Sementara untuk tujuan di pasarkan, harus di perhitungkan lamanya pengangkutan agar buah telah masak setelah sampai di pasar tujuan., tetapi tidak terlalu masak ataupun busuk.
Untuk konsumsi pasar lokal yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kebun, pemungutan hasil sebaiknya dilakukan sewaktu buah masih kekuning-kuningan. Sementara untuk konsumsi pasar besar atau untuk di ekspor, buah sebaiknya di petik sewaktu masih berwarna hijau tetapi sudah tua, atau perkiraannya 8-10 hari sebelum menjadi merah.
Pada waktu pemetikan perlu dijaga agar buah tidak sampai jatuh, lecet bahkan rusak. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran dan bulu-bulu halus yang terdapat pada kulit buah tersebut, buah perlu di bersihkan secara hati-hati dengan kain halus agar mengkilat dan tampak menarik.
Buah yang telah dibersihkan perlu disortir. Buah yang baik dan yang kurang baik atau cacat harus di pisahkan karena masing-masing mempunyai nilai jual yang berbeda. Buah yang baik kemudian di kemas dan kemudian di pasarkan. Pengemasan dapat dilakukan dengan menggunakan keranjang, wadah peti atau lainnya.
Untuk menambah masa tahan tomat, buah tomat yang telah masak dapat di simpat ke dalam kulkas dengan suhu kira kira 5-10℃ selama 1 hingga 2 minggu. Buah tomat yang masih hijau tahan sampai 1 bulan dalam pendinghn 0-5℃. Namun, buah tomat yang telah masak apabila disimpan dalam suhu rendah lebih dari 2 minggu akan berair dan rusak, sedangkan buah tomat yang masih hijau apabila disimpan dalam suhu rendah masaknya akan lebih lama.

Pemungutan hasil



Apabila penanaman tomat di lakukan di ladang ataupun di kebun, pemanenannya tergantung pada tujuan penanaman, yaitu untuk di konsumsi sendiri sebagai buah meja ataupun untuk di pasarkan. Untuk kebutuhan sendiri, buah tomat dapat dipungut atau di panen setelah berumur 90-100 hari sesudah semai, yakni buah yang telah masak di pohon. Sementara untuk tujuan di pasarkan, harus di perhitungkan lamanya pengangkutan agar buah telah masak setelah sampai di pasar tujuan., tetapi tidak terlalu masak ataupun busuk.
Untuk konsumsi pasar lokal yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kebun, pemungutan hasil sebaiknya dilakukan sewaktu buah masih kekuning-kuningan. Sementara untuk konsumsi pasar besar atau untuk di ekspor, buah sebaiknya di petik sewaktu masih berwarna hijau tetapi sudah tua, atau perkiraannya 8-10 hari sebelum menjadi merah.
Pada waktu pemetikan perlu dijaga agar buah tidak sampai jatuh, lecet bahkan rusak. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran dan bulu-bulu halus yang terdapat pada kulit buah tersebut, buah perlu di bersihkan secara hati-hati dengan kain halus agar mengkilat dan tampak menarik.
Buah yang telah dibersihkan perlu disortir. Buah yang baik dan yang kurang baik atau cacat harus di pisahkan karena masing-masing mempunyai nilai jual yang berbeda. Buah yang baik kemudian di kemas dan kemudian di pasarkan. Pengemasan dapat dilakukan dengan menggunakan keranjang, wadah peti atau lainnya.
Untuk menambah masa tahan tomat, buah tomat yang telah masak dapat di simpat ke dalam kulkas dengan suhu kira kira 5-10℃ selama 1 hingga 2 minggu. Buah tomat yang masih hijau tahan sampai 1 bulan dalam pendinghn 0-5℃. Namun, buah tomat yang telah masak apabila disimpan dalam suhu rendah lebih dari 2 minggu akan berair dan rusak, sedangkan buah tomat yang masih hijau apabila disimpan dalam suhu rendah masaknya akan lebih lama.

Penanaman tomat di pot



Tomat juga dapat di tanam di dalam pot seperti layakna menanam tanaman hias. Pot yang paling baik terbuat dari tanah, karena banyak mengandung pori-pori untuk memudahkan pertukaran udara dalam tanah. Sebaliknya, pot yang terbuat dari plastik kurang baik, karena terlalu kedap udara. Pot yang berasal dari drum bekas juga baik, tetapi harus di bagi dua agar tidak terlalu tinggi.
Untuk bertanam tomat dalam pot, perlu di perhatikan beberapa faktor penting, yaitu bagian bawah pot harus ada lubang untuk keluarnya resapan air siraman. Kemudian di atar lubang itu paling baik diberi ijuk agar air tidak terlalu cepat keluar, tetapi tidaj pula mnggenang agar akar tidak menjadi busuk.
Pada lapisan berikutnya di taburkan kerikil atau pecahan bata. Dan pada lapisan berikutnya lagi di masukkan media tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1 yang telah di campur rata. Dalam campuran tersebut dapat di berikan bubuk arang atau arang sekam yang berguna untuk menyerap zat-zat racun yng berbahaya bagi tanaman dan tetap menjaga kegemburan tanah. Media diisikan ke dalam pot setinggi ± 20 cm.
Selanjutnya bibit yang telah berumur 4-6 minggu sejak semai di lakukan sudah bisa di pindahkan ke kebun ataupun ke dalam pot. Sebelum melakukan pemindahan bibit, lubang2 perlu di persiapkan. Luas lubang kira-kira 15-20 cmˇ dengan kedalaman 15-20 cm. Penanaman harus di lakukan segera setelah bibit di cabut agar tidak layu. Untuk mengurangi kerusakan akar pada bibit pada waktu pemindaian, terutama pada kondisi kering, bedengan perlu diari sehari sebelum bibit di pindahkan.
Jika akar bibit tanaman tomat terlalu panjang sebaiknya di potong. Tanaman ini di tanamkan kedalam lubang yang telah di buat di tengah pot dan kemudian di timbun dengan tanah yang subur.
Tanaman yang baru ditanam biasanya akan layu karena terkena udara panas. Untuk mencegah hal ini, selama beberapa hari tanaman tomat di bungkus dengan kantong plastik. Sementara, agar tanaman dapat tumbuh tegak maka harus di pasangi ajir.
Tanaman yang belum terlalu segar, sebaiknya diletakkan di tempat tegduh. Jika sudah kelihatan bertunas barulah di pindahkan ke halaman, bisa di tempat yang terbuka atau di tempat yang menperolei cahaya matahari sebagian (tidak terlalu terik),
Setelah tanaman kelihatan mulai tumbuh subur dan segar, untuk selanjutnya di beri larutan pupuk buatan berupa urea dengan kadar 1 sendok makan dlam 1 liter air, pupuk DS, pupuk ZK dengan perbandingan 1 : 2 : 1
Yang di siramkan di sekeliling tanaman secara rutin seminggu sekali.
Untuk selanjutnya, perawatan yang dilakukan seperti pemberian mulsa. Pemberian mulsa ini dh maksudkan agar tanah tetap gembur, tidak terlalu banyak penguapan air, dan mengurangi pertumbuhan rumput-rumput liar. Dan bila ada rumput liar harus segera di bersihkan. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas muda dan pucuk batang. Pada setiap batang cukup di tinggalkan 1 hingga 2 cabang utama saja. Pemangkasan ini di maksudkan untuk menjaga waktu berbuah. Biasanya pada tanaman yang bercabang banyak, buahnya menjadi kerdil dan terlalu lama masak. Selain itu, pada tanaman yang sudah di lakukan pemangkasan akan berkurang untuk terserang penyakitnya. Pengangkasan terhadap pucuk batang dilakukan setelah tangkai bunga yang kelima keluar.
Untuk menjaga kualitas bunga, baik juga dilakukan penjarangan bung atau bakal buah dengan pemangkasan. Dalam satu cabang cukup di tinggalkan 6-8 bunga saja.
Di samping sebagai sumber gizi, tanaman tomat yang di tanam dalam pot juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias seperti halnya tanaman bunga hias lainnya.


Penyemaian Benih



B. Penyemaian Benii

※ Penyemaian di Kotak Semai

Sebelum melakukan penyemaian, terlebih dahulu di persiapkan pembuatan kotak semainya. Adapun cara pembuatan kotak pesemaian sebagai berikut:
1. Ambil papan kayu, kemudian bentuk papan tersebut menyerupai balok tanpa tutup yang berukuran 50-60 cm, lebar 30-40 cm, dan tinggi 25-30 cm. Kemudian beri lubang-lubang pada dasarnya agar air siraman tidak menggenang.
2. Kotak yang telah jadi kemudian di isi tanah yang telah di campur pupuk kandang dengan perbandingan pupuk kandang dan tanah adalah 1 : 1 atau 1 : 2. Tinggi lapisan tanah sekitar 12 cm. Kemudian tanah di dalam kotak di padatkan sedikit demi sedikit.
3. Sehari sebelum benih di taburkan, pesemaian harus di basahi terlebih dahulu. Kemudian benih di tanam dengan jarak antar baris 5 cm. Kedalaman lubang kira-kira 0,5-1 cm dan di tutup dengan tanah yang tipis.
4. Bibit yang telah tumbuh sekitar 7-10 hari sudah dapat di pisahkan ke tempat lain, seperti pada pollybag atau dapat pula langsung di tanam pada pot.